(Learning Disability)
MADRASAH
KAMI PUNYA CERITA LAMA
Dede
Ubaidillah
Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul
Anwar Citeras terletak di Jl. Bedeng-Jambu Kampung Citeras Desa Leuwibatu
Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Merupakan sebuah lembaga pendidikan formal
yang didirikan atas prakarsa seorang tokoh masyarakat di kampung Citeras yakni
adalah M.
Mukri bersama tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Beliau mendirikan madrasah
tersebut dengan tujuan menyebarkan syi’ar Islam dan menciptakan sumber daya
manusia yang berkualitas dalam penguasaan ilmu pengetahuan agama dan teknologi
yang didasari atas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sebagaimana dengan
visi dan misi madrasah hingga saat ini yang tetap dijunjung tinggi meski sudah
berganti kepala madrasah pada tahun 2008 lalu. “Semua itu ada sejarahnya,
adapun itu kita hanya menyempurnakan agar seimbang dan sejajar dengan
perkembangan zaman”. Ujar Bapak Moh. Lomri, S.Pd.I Kepala Madrasah sekarang.
Di sisi lain, ada sedikit cerita lama yang pernah
terjadi di masa awal berdirinya madrasah ini dan berkaitan dengan hal itu dalam
proses penerapan nilai-nilai visi dan misi tersebut sehari-hari. Nyatanya masih
ada saja anak yang tertinggal dalam segi pembelajaran dan akhlak di setiap
kelasnya, sebagian dari mereka yang memiliki kesulitan meski para guru telah
menambahkan jam khususnya bagi mereka yang tertinggal dengan segala perhatian,
upaya dan pengarahan penuh, namun tetap saja demikian bisa dirasakan oleh para
guru hasil dari kerja keras mereka.
Setelah dipahami dari hasil dan perkembangan
anak-anak yang tertinggal tersebut dalam pembelajarannya meski dalam kurun
waktu yang cukup lama dan kerja keras semua guru untuk mampu melihat
perkembangan dan perubahan itu ternyata aktivitas belajar bagi setiap individu,
tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar,
kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari,
kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat terkadang semangatnya
tinggi, tetapi terkadang juga sulit untuk mengadakan konsentrasi. Kesulitan
belajar itu sendiri merupakan terjemahan dari istilah bahasa Inggris learning disability dimana kesulitan
belajar merupakan suatu konsep multi disipliner yang digunakan di lapangan ilmu
pendidikan.
Saya ingat, “The
National Joint Committe for Learning Disabilities” dalam buku yang dikarang
oleh Mulyono Abdurrahman, mengemukakan definisi kesulitan belajar menunjuk pada
sekelompok kesulitan yang dimanifestasikan dalam bentuk kesulitan yang nyata
dalam kemahiran dan penggunaan kemampuan mendengarkan, bercakap-cakap, membaca,
menulis, menalar, atau kemampuan dalam bidang studi matematika. Gangguan
tersebut intrinsik, dan diduga disebabkan oleh adanya disfungsi sistem saraf
pusat. Meskipun suatu kesulitan belajar mungkin terjadi bersamaan dengan adanya
kondisi lain yang mengganggu (misalnya gangguan sensoris, tuna grahita,
hambatan sosial dan emosional) atau berbagai pengaruh lingkungan misalnya
perbedaan budaya, pembelajaran yang tidak tepat dan faktor-faktor psikogenik.
Berbagai hambatan tersebut bukan penyebab atau pengaruh langsung.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa
kesulitan belajar yang terjadi di Madrasah kami adalah gangguan perseptual,
konseptual, memori, maupun ekspresif anak yang disebabkan adanya hambatan,
maupun gangguan sehingga siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya yang
dipengaruhi oleh suatu faktor tentunya.
Secara garis besar kesulitan belajar dapat
diklasifikasikan ke dalam dua kelompok; 1) Kesulitan belajar yang berhubungan
daengan perkembangan (developmental
learning disabilities), dan 2) Kesulitan belajar akademik (academic learnimg disabilities).
Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan mencakup gangguan
motorik dan persepsi, kesulitan belajar bahasa dan komunikasi, dan kesulitan
belajar dalam penyesuaian perilaku sosial. Kesulitan belajar akademik menunjuk
pada adanya kegagalan-kegagalan pencapaian prestasi akademik yang sesuai dengan
kapasitas yang diharapkan. Kegagalan-kegagalan tersebut mencakup penguasaan
ketrampilan menulis dan membaca.
Dari kedua kelompok kesulitan belajar tersebut dapat
dibagi menjadi empat macam, yakni dilihat dari jenis kesulitan belajar: a) Ada
yang berat, dan b) Ada yang sedang. Dilihat dari bidang studi yang dipelajari:
a) Ada yang sebagian bidang studi, dan b) Ada yang keseluruhan bidang studi. Dilihat
dari sifat kesulitannya: a) Ada yang sifatnya permanen atau menetap, dan b) Ada
yang sifatnya hanya sementara dan dilihat dari segi faktor penyebabnya: a) Ada
yang karena faktor inteligensi, dan b) Ada yang karena faktor non inteligensi
Beberapa gejala sebagai pertanda adanya kesulitan belajar.
Misalnya: 1) Menunujukkan prestasi rendah yang dicapai oleh kelompok kelas, 2)
Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. Mereka berusaha
dengan keras tetapi nilainya selalu rendah, 3) Lambat dalam mengerjakan
tugas-tugas belajar. Mereka selalu tertinggal dengan kawan-kawannya dalam semua
hal, misalnya dalam mengerjakan soal-soal dalam menyelesaikan tugas-tugas, 4)
Menunjukkan sikap yang kurang wajar, seperti: acuh tak acuh, berpura-pura,
dusta, dan lain-lain,5) Menunjukkan tingkah laku yang berlainan, 6) mereka yang
tergolong memiliki IQ tinggi, yang secara potensial mereka seharusnya meraih
prestasi belajar yang tinggi, tetapi kenyataannya mereka mendapatkan prestasi
belajar yang rendah,7) Mereka yang selalu menunjukkan prestasi belajar yang
tinggi untuk sebagian besar mata pelajaran, tetapi di lain waktu prestasi
belajarnya menurun drastis.
Mereka yang mengalami kesulitan belajar itu bisa dikenal
dengan sebutan prestasi rendah/kurang (under
achiever). Anak ini tergolong memiliki IQ tinggi tetapi prestasinya dalam
belajar rendah (di bawah rata-rata kelas).
Dari gejala-gejala yang tampak itu guru bisa
menginterprestasi bahwa mereka kemungkinan mengalami kesulitan belajar.
Disamping melihat gejala-gejala yang tampak, guru pun mengadakan penyelidikan
antara lain dengan:
Observasi, dengan
cara memperoleh dengan langsung mengamati terhadap objek. Data-data yang dapat
diperoleh melalui observasi, misalnya bagaimana sikap mereka dalam mengkuti
pelajaran, adalah tanda-tanda lelah, mudah mengantuk, sukar memusatkan
perhatian pada pelajaran
juga bagaimana
kelengkapan catatan, peralatan dalam pelajaran. Mereka yang mengalami kesulitan
belajar, catatan maupun peralatan belajarnya tidak lengkap.
juga bagaimana
kelengkapan catatan, peralatan dalam pelajaran. Mereka yang mengalami kesulitan
belajar, catatan maupun peralatan belajarnya tidak lengkap.
Interview, yakni
mendapatkan data dengan wawancara langsung terhadap mereka yang diselidiki atau
terhadap orang lain yang dapat memberikan informasi tentang mereka yang
diselidiki.
Tes diagnostik, untuk
mengetahui mereka yang mengalami kesulitan belajar tes meliputi, tes buatan
guru (teacher made test) yang dikenal
dengan tes diagnostik, dan tes psikologis. Sebab yang mengalami kesulitan
belajar itu mungkin disebabkan IQ rendah, tidak memiliki bakat, dan lain-lain
sehingga diperlukan tes psikologis.
Dokumentasi,
mengetahui sesuatu dengan melihat dokumen-dokumen, catatan-catatan, arsip-arsip
yang berhubungan dengan mereka yang diselidiki.
Untuk mengenal mereka yang mengalami kesulitan belajar, bisa melihat: a) Riwayat hidupnya, b) Kehadiran mereka di dalam mengikuti pelajaran, c) Memiliki daftar pribadinya, d) Catatan hariannya, e) Catatan kesehatannya, f) Daftar hadir di sekolah, g) Kumpulan ulangan, h) Rapor, dan lain-lain.
Untuk mengenal mereka yang mengalami kesulitan belajar, bisa melihat: a) Riwayat hidupnya, b) Kehadiran mereka di dalam mengikuti pelajaran, c) Memiliki daftar pribadinya, d) Catatan hariannya, e) Catatan kesehatannya, f) Daftar hadir di sekolah, g) Kumpulan ulangan, h) Rapor, dan lain-lain.
Adapun hirarki penyebab kesulitan
belajar yang terjadi di madrasah kami dapat digolongkan ke dalam dua golongan.
Faktor Intern
Penyebab kesulitan belajar dapat
terjadi karena gangguan yang bersifat fisik yaitu karena sakit, karena kurang
sehat, dan karena cacat tubuh, selain itu juga intelegensi, bakat, minat dan
motivasi menjadi faktor yang menjadi kesulitan belajar mereka.
Kemudian, Dalam belajar tidak hanya
menyangkut segi intelektual, tetapi menyangkut segi kesehatan mental dan
emosional. Individu dalam hidupnya selalu mempunyai kebutuhan-kebutuhan dan
dorongan-dorongan. Apabila kebutuhan itu tidak terpenuhi, akan membawa
masalah-masalah emosional dan bentuk-bentuk mal
adjusment. Keadaan seperti ini akan menimbulkan kesulitan belajar, sebab
dirasakan tidak mendatangkan kebahagiaan. Selain itu juga tipe-tipe khusus
seorang pelajar seperti visual, auditif, dan motorik mampu mempengaruhi kesulitan
belajar.
Faktor
Ekstern
Keluarga merupakan
pusat pendidikan yang utama dan pertama. Tetapi dapat juga sebagai faktor
penyebab kesulitan belajar. Yang termasuk faktor ini antara lain adalah cara
mendidik anak, orang tua yang tidak atau kurang memperhatikan pendidikan mereka,
mungkin acuh tak acuh, tidak memperhatikan kemajuan mereka, akan menjadi
penyebab kesulitan belajarnya. Orang tua yang bersifat otoriter, akan
menimbulkan mental yang tidak sehat bagi mereka.
Selain itu juga hubungan
orang tua dan anak penting sekali dalam menentukan kemajuan belajar anak. Yang
dimaksud hubungan di sini adalah kasih sayang penuh pengertian, atau bahkan
kebencian, sikap keras, acuh tak acuh, memanjakan dan lain-lain. Kurangnya
kasih sayang akan menimbulkan emosional
insecurity.
Kemudian, suasana rumah
atau keluarga yang sangat ramai/gaduh, selalu tegang, selalu banyak masalah
diantara anggota keluarga antara ayah dan ibu selalu ada masalah atau membisu,
menyebabkan mereka tidak tahan di rumah, sehingga tidak mustahil kalau prestasi
belajar anak menurun. Untuk itu hendaknya suasana rumah dibuat menyenangkan,
tentram, damai, harmonis, agar mereka betah tinggal di rumah. Keadaan ini akan
menguntungkan bagi kemajuan belajar.
Faktor ekstern selain
di keluarga yakni madrasah kami juga mempunyai dampak pada
kesulitan
belajar mereka dimana alat pelajaran yang kurang lengkap membuat penyajian
pelajaran yang tidak baik. Terutama pelajaran yang bersifat praktikum.
Kurangnya alat laboratorium akan banyak menimbulkan kesulitan dalam belajar.
Timbulnya alat-alat itu akan menimbulkan perubahan metode mengajar guru, segi
dalamnya ilmu pengetahuan pada pikiran mereka, memenuhi tuntutan dari
bermacam-macam tipe anak. Tiadanya alat-alat tersebut, guru cenderung
menggunakan metode ceramah yang menimbulkan kepasifan bagi anak, sehingga akan
timbul kesulitan belajar.
kesulitan
belajar mereka dimana alat pelajaran yang kurang lengkap membuat penyajian
pelajaran yang tidak baik. Terutama pelajaran yang bersifat praktikum.
Kurangnya alat laboratorium akan banyak menimbulkan kesulitan dalam belajar.
Timbulnya alat-alat itu akan menimbulkan perubahan metode mengajar guru, segi
dalamnya ilmu pengetahuan pada pikiran mereka, memenuhi tuntutan dari
bermacam-macam tipe anak. Tiadanya alat-alat tersebut, guru cenderung
menggunakan metode ceramah yang menimbulkan kepasifan bagi anak, sehingga akan
timbul kesulitan belajar.
Kemudian kondisi gedung,
terutama ditunjukkan pada ruang kelas/ruangan tempat belajar mereka. Ruangan
harus memenuhi syarat kesehatan seperti: a) Ruangan harus berjendela, ventilasi
cukup, udara segar dapat masuk ruangan, sinar dapat menerangi ruangan, b)
Dinding harus bersih, putih, dan tidak terlihat kotor, c) Lantai tidak becek,
licin atau kotor, d) Keadaan gedung jauh dari keramaian. Apabila beberapa hal
tersebut tidak terpenuhi, maka situasi dan kondisi belajar akan kurang baik. mereka
selalu gaduh, sehingga memungkinkan pelajaran terhambat.
Selain itu juga waktu
sekolah dan disiplin waktu kurang, apabila sekolah masuk sore, atau siang, maka
kondisi anak tidak lagi dalam keadaan yang optimal untuk menerima pelajaran.
Sebab energi sudah berkurang, di samping udara yang relatif panas di siang
hari, juga dapat mempercepat proses kelelahan. Karena itu waktu yang baik untuk
belajar adalah pagi hari. Di Madrasah kami masuk pada pagi hari, namun dengan
jumlah romble yang terbatas menjadikan satu ruang di huni oleh dua kelas.
Dengan itu mungkin menjadi alasan salah satu faktor penyebab anak mengalami kesulitan
untuk berkonsentrasi dalam belajarnya.
Semoga yang saya tulis
ini bermanfaat, untuk sahabat seprofesi dalam pengajaran di madrasahnya
masing-masing guna dalam meningkatkan kualitas madrasah dan dalam meraih tinggi
nilai-nilai yang telah menjadi visi dan misi di madrasah.
Terimakasih.
Komentar
Posting Komentar